1.Hubungan E-Commerce terhadap Supply Chain Management
Supply Chain Management merupakan cara untuk mengelola arus material, informasi, uang dan jasa dari bahan mentah oleh pemasok melalui pabrik dan gudang sampai kepada konsumen akhir. Alur supply chain management secara tradisional adalah dari supplier – producer – wholesaler – retailer – konsumen. Alur tradisional ini bisa berkembang menjadi beberapa lapisan perantara.
E-Commerce memiliki hubungan yang positif dengan supply chain management. Namun, pada e-commerce, beberapa tahapan yang ada seperti wholesaler dan retailer dapat dihilangkan. Pada e-commerce produsen dapat langsung menjual produknya kepada para konsumennya. Ini tentunya akan meminimalisasi biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan agar produknya sampai kepada konsumen. Dalam hal ini perusahaan bisa mencapai efektivitas dan efisiensi.
Manfaat dari hubungan antara e-commerce dengan supply chain management adalah meningkatnya hubungan perusahaan dengan konsumen secara langsung, berkurangnya biaya pengiriman produk, serta meningkatkan efektivitas perusahaan dalam memproduksi.
2.E-commerce dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan
E-commerce merupakan elemen penting yang sangat mempengaruhi kinerja perusahaan dan juga membantu konsumen untuk mendapatkan produk (barang dan jasa) yang mereka inginkan. Selama ini, masalah siklus waktu merupakan masalah yang sering dihadapi oleh para produsen dan juga konsumen. Hal ini dikarenakan adanya proses yang panjang dari sebuah produk agar sampai ke tangan konsumen, sehingga sangat menyulitkan kedua belah pihak (produsen dan konsumen).
Pada transaksi yang konvesional, produk yang diproduksi produsen tidak bisa langsung disalurkan kepada konsumen. Harus melewati beberapa perantara terlebih dahulu. Produk-produk itu (misalnya barang dagangan) dari pabrik akan disalurkan/dijual pada wholesaler kemudian ke retailer. Setelah sampai ke pedagang eceran, produk baru bisa dijual ke konsumen akhir. Dari sini kita bisa melihat bahwa selain masalah harga yang terus meningkat, waktu yang diperlukan juga semakin panjang karena harus melalui beberapa perantara terlebih dahulu.
E-commerce sangat membantu dalam mengurangi permasalahan ini karena pada e-commerce konsumen bisa langsung memesan pada produsen dan mendapatkan produk yang mereka inginkan tanpa harus menunggu waktu yang lama (melewati beberapa perantara). Produsen juga bisa mengatasi kesulitan dengan memangkas alur distribusi yang panjang dan memakan waktu yang lama.
Kinerja karyawan juga mengalami perubahan ke arah yang positif sebagai akibat munculnya e-commerce, di mana sistem tradisional mengharuskan karyawan untuk bergerak secara terus-menerus dalam menyampaikan produknya ke konsumen. Sedangkan saat ini, dimana e-commerce sangat membantu karyawan untuk menyampaikan produk dan mendapatkan informasi mengenai kepuasan dari para pelanggan atas produk mereka. Dari sisi konsumen sendiri, adanya e-commerce juga memberi keuntungan. Dengan adanya e-commerce, tidak ada lagi waktu yang lama untuk mendapatkan produk, semua menjadi lebih mudah karena konsumen dapat langsung memesan produk dari internet, selain itu konsumen juga bisa langsung menyatakan keluhannya apabila ada ketidakpuasan.
3. Marketplaces vs Marketspaces
Marketplaces adalah pasar dalam bentuk fisik (ada gedung/bangunan/toko) yang memfasilitasi transaksi jual-beli. Sedangkan marketspaces adalah pasar di mana transaksi jual-beli dilakukan secara elektronik, pembeli dan penjual tidak perlu bertemu secara langsung. Marketspace meliputi transaksi elektronik yang membawa pola distribusi yang baru bagi barang dan jasa.
Komponen utama dan pemain dalam marketspace adalah customer, penjual, barang, dan jasa (fisik atau digital), infrastruktur, front end, back end, perantara, partner bisnis lainnya, dan jasa pendukung. Beberapa tipe dari e-marketplace adalah electronik storefront dan electronic mall (e-mall).
Keunggulan dan kelemahan marketplaces :
Pembeli bisa melihat barang secara langsung dan memperoleh informasi yang dibutuhkan mengenai kondisi, kualitas, dan detail dari barang.
Transaksi bisa direalisasi segera (pembeli bisa langsung membawa pulang barang setelah melunasi pembayaran) .
Bila pembeli dan penjual tinggal berjauhan, biaya yang dibutuhkan untuk bertemu tentu akan mahal.
Pilihan terbatas karena mungkin hanya ada beberapa toko/penjual saja.
Jangkauan customer hanya meliputi daerah tertentu saja.
Kesulitan mencari referensi untuk membandingkan harga.
Biaya untuk membeli/menyewa/mendirikan toko/bangunan tentu mahal.
Risiko lebih kecil karena pembeli langsung menerima barang setelah melunasi pembayaran.
Keunggulan dan kelemahan marketspaces :
Pembeli hanya melihat display barang di web atau catalog sehingga informasi yang ada mungkin kurang akurat.
Butuh waktu untuk merealisasi transaksi (pembeli masih harus menunggu barang dikirimkan).
Efisiensi waktu dan biaya karena pembeli dan penjual tidak perlu bertemu secara langsung.
Pilihannya sangat banyak, bahkan meliputi toko (e-mall) dari luar daerah/kota/negara.
Jangkauan customer lebih besar (tak terbatas pada 1 daerah/negara saja).
Ada banyak referensi untuk membandingkan harga barang dari 1 toko ke toko lain.
Biaya untuk membuat website jauh lebih murah dibandingkan biaya untuk membeli/menyewa/mendirikan toko/bangunan.
Ada risiko barang tidak diterima setelah pembayaran dilunasi.
4.Perbandingan harga Sony digital Camera pada shopping.com, mysimon.com, bottomdollar.com, bizrate.com, dan pricescan.com
Produk yang diperbandingkan di sini adalah Sony Digital Camera yaitu Sony Alpha DSLR-A300K w/ 18-70mm Lens Digital Camera. Pada www.shopping.com harga yang berlaku berkisar antara $599.00 – $980.00 dengan perbandingan harga pada 17 toko. Sedangkan di www.mysimon.com harga yang berlaku antara $599.00 – $699.00 denganperbandingan pada 8 toko. Situs lainnya adalah www.bottomdollar.com dimana harga yang ditawarkan berkisar antara $534.66 sampai $ 599.99. Pada www.bizrate.com harga yang berlaku berkisar $599.00 di 7 toko. Sedangkan situs pembanding yang terakhir adalah www.pricescan.com dimana harga yang berlaku berkisar antara $459.00 – $599.99.
Saya mendapat harga terbaik (yang paling kompetitif) di www.pricescan.com, yaitu mulai dari $459. Shopping.com memberikan informasi yang lengkap dan rinci mengenai produk yang dijualnya. Namun informasi harganya tidak terlalu lengkap.Ssebaliknya bottomdollar.com memberikan informasi harga yang lengkap mengenai Sony Digital Camera dengan peringkat harga yang jelas. Selain itu bottomdollar.com juga memuat perbandingan harga di situs lain yang menjual produk yang sama. Dari segi konten dan informasi yang diberikan, bottomdollar.com adalah yang paling unggul. Namun, dari segi harga, pricescan.com menawarkan harga yang lebih murah (untuk jenis produk tertentu). Jadi, kalau ingin membeli produk, misalnya kamera, secara online, kita bisa menjelajah satu per satu, mencari toko mana yang menawarkan harga terbaik, dan membandingkannya dengan bottomdollar.com dan pricescan.com.
5.Masalah Trust, Kepuasan, Loyalitas Konsumen pada e-commerce
Trust atau kepercayaan merupakan hal yang paling esensial dalam e-commerce. Transaksi e-commerce tidak akan berjalan jika tidak dilandasi oleh trust. Dalam hal ini, penjual harus bisa menunjukkan pada customer bahwa mereka adalah penjual yang kredibel, bisa dipercaya. Ini karena nyaris seluruh transaksi e-commerce dilakukan (pengiriman barang ke konsumen) setelah customer melunasi pembayaran. Di sini tentu ada kekhawatiran pihak penjual tidak melaksanakan kewajibannya. Bila penjual dianggap memiliki trust, customer bisa yakin untuk membeli produk di tempat mereka.
Mengenai kepuasan sendiri, ini menyangkut bagaimana pelayanan yang diberikan pihak penjual. Saya cukup sering berbelanja online tidak hanya di satu penjual tapi pada beberapa penjual. Pertimbangan pertama saya dalam memutuskan apakah akan membeli atau tidak adalah dari segi trust. Bila saya merasa penjual itu bisa dipercaya, saya akan yakin untuk membeli. Berikutnya, saya mempertimbangkan harga yang ditawarkan. Bila harganya cukup rasional (standart) jika dibandingkan dengan produk sejenis di toko lain, saya tidak keberatan untuk membeli. Berikutnya, adalah kualitas layanan. Dalam hal ini adalah berapa lama pesanan tersebut dikerjakan kemudian dikirimkan dan sampai ke konsumen. Dari pengalaman ada penjual yang menawarkan harga paling murah, namun ternyata pengerjaan pesanan itu cukup lama. Ini tentu menimbulkan ketidakpuasan. Penjual harus memperhatikan betul masalah ini. Selain menawarkan harga yang kompetitif, mereka juga harus bisa memenuhi pesanan sesegera mungkin.
Loyalitas pada e-commerce akan terbentuk dengan baik jika perusahaan memberikan layanan yang terbaik dan informasi terlengkap kepada konsumen. Loyalitas konsumen baru benar-benar bisa didapatkan jika masalah trust (kepercayaan) dan kepuasan dapat diatasi oleh perusahaan.
6.Penerapan segmentasi pada E-Commerce
Segmentasi pasar adalah sebuah proses pemisahan konsumen ke dalam beberapa kelompok untuk memimpin penelitian pasar, iklan, dan penjualan. Pasar konsumen dapat dipisahkan melalui beberapa cara, seperti melalui geografi, demografi, psikografi (gaya hidup), dan keuntungan yang diperoleh. Jadi dalam e-commerce setiap perusahaan perlu melakukan penelitian terhadap pasar terlebih dahulu mengenai produknya. Tahap selanjutnya adalah perusahaan perlu memutuskan siapa target konsumennya, di mana hal ini akan sangat berguna dalam membentuk layout dasar situs yang akan digunakan. Setelah tahapan ini berjalan dan situs telah dibuka, perusahaan perlu melakukan berbagai evaluasi terhadap kinerjanya sebelum dan setelah situs dibuka. Dari hasil evaluasi inilah perusahaan melakukan berbagai perbaikan terhadapa situsnya agar lebih baik dan komunikatif.